Jilbab Syar'i, mahkota kesucian
Mungkin teman-teman
sudah tidak asing atau mungkin sudah kenal dengan istilah fix mindset dan
growth mindset. Lantas apakah teman-teman sudah memahami apa makna sebenarnya
dari kedua hal tersebut.
Menurut Coach Surya dalam kegiatan Inspiring Leadership
Forum yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam. Menjelaskan tentang pola pikir dan kepribadian
seseorang yang Fix atau Growth. Mari kita bahas...
Fix Mindset ialah Keyakinan manusia yang meyakini tetap
dan tidak berkembang (Jabariyah)
Memiliki sifat cepat menyerah. Contohnya : “ Aku merasa percuma berusaha”.
Jika dirinya merasa pintar maka ketika dia gagal
cenderung menyalahkan orang lain.
Jika dia ikut kompetisi dan merasa dirinya pintar maka
dia akan membuktikan bahwa dirinya pintar dan ujung ujungnya akan menghalalkan
segala cara
Setiap dia gagal itu akan menjadi pembuktian bahwa dia
tidak mampu, misal dia gagal, terus dia akan mengatakan, “tuh tau kan aku tuh
sebenarnya ga mampu tau, jadi jangan memaksakan diriku”.
Kegagalan dia merupakan pembuktian bahwa dirinya tidak mampu, dan menjadi pembenaran dirinya bahwa dia tidak mampu.
Growth Mindset : ialah keyakinan manusia bahwa dirinya bisa
berubah, bertumbuh dan berkembang.
Jika dia dikasih tantangan dan dirinya merasa tidak
mampu, akan tetapi dalam hatinya terdapat tekad, maka dia akan berpikir berubah
bahwa dirinya mampu untuk berusaha.
Jika dirinya merasa gagal maka dirinya akan memperbaiki
dan evaluasi (kenapa saya gagal. Apa yang harus saya perbaiki), dan ini tidak
akan merubah masa depan dia.
Jika dia karena dirinya itu bisa merubah maka disaat
dirinya gagal maka dia akan evaluasi dirinya dan tidak akan menyalahkan orang
lain
Setiap ajang perlombaan dijadikan ajang mengukur diri,
sudah sampai mana kemampuan dia.
Kemenangan tidak akan menjadikan dirinya sombong,
kemudian ketika gagal dia tidak akan berputus asa
Yuk kita cek diri kita, apakah pikiran kita fix atau
growth, mari kita simak.
1.
Apa arti kegagalan menurut kita?
Fix :
Jika kita merasa gagal, dan kemudian menyesal berarti fix mindset
Growth : orang yang growth ketika dirinya
gagal dia tidak menyerah, akan tetapi tetap memperbaiki kesalahannya, dan
kegagalan itu tidak menjadi dirinya putus asa.
2.
Jika ada yg menjelekkan kita ?
Fix :Lebih sering sabar atau mudah marah, atau
bodoamat (masukan itu ga ada gunanya), hal ini juga termasuk kepada pemikiran yang
fix.
Growth : Ucapan Terimakasih, masukan itu
adalah bahan perbaikan
3.
Seberapa sering kita menyalahkan orang lain ?
Fix :
ketika telat datang ke kampus, orang fix akan mudah menyalahkan orang lain, misalnya
“aku telat datang gara-gara macet, atau gara-gara teman saya yang terlalu lama
banget jemput saya.
Growth : orang yang growth tidak mudah
menyalahkan orang lain, jika dirinya salah dia akan menerima dan
memperbaikinya.
4.
Bagaimana perasaan anda saat dipuji ?
Fix :
Merasa sombong, dan ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa saya itu hebat.
Growth :
diterima, dan tidak butuh pembuktian, tidak akan terlalu peduli dengan pujian
5.
Apakah anda sangat berhasrat ?
Fix :
Orang yang Fix begitu berhasrat mengejar kesuksesan dan dia tidak kunjung
sukses, dia akan lupa pada pertumbuhan
Growth :
tidak berpikir tentang sukses tapi fokusnya pada pertumbuhan : mengevaluasi
bagaimana esok harus lebih baik dan memperbaiki lagi, semoga lusa lebih baik
dari hari ini, Dan tampa disadari bahwa pertumbuhan itu akan menghantarkan pada
kesuksesan, padahal ia tidak mengharapkan kesuksesan itu. Menurut Growth kegagalan
itu adalah suatu proses penemuan. Contohnya Thomas Alva Edison sudah
berkali-kali gagal hingga 9.955 kali, menurut dia itu buikan kegagalan tapi itu
adalah proses penemuan. Jika dia tidak merasakan kegagalan itu mungkin dia
tidak mampu menemukan lampu itu, dan kita tidak merasakan nikmatnya cahaya
lampu.
Yukk... kita coba intropeksi diri kembali...
Semoga bermanfaat.... 😊
![]()
Komentar
Posting Komentar